Monday, December 12, 2016

Tugas Akhirku

Bismillahirohmanirohim
Assalamualaikum Saudara Pembaca,


Setelahku berpikir lama, akhirnya sempat untuk menulis apa yang ada didalam hatiku entah mungkin akan sebagai dokumentasi hidupku sendiri agar tidak lupa.

Apalah daya aku hanya manusia biasa, yang kadang hampir pernah menyerah dalam kehidupan. Pernah aku meminta pada sang Pencipta, "Ya Allah aku sudah tidak kuat lagi, pulangkanlah aku, atau pisahkanlah diriku dengannya" seraya aku meminta sambil mengeluarkan air mataku. Dulu aku yang jauh dengan sang Pencipta kini aku berusaha mendekatinya mematuhi perintahnya, beruntunglah Cahaya Allah menghidupkan HATIKU, Pikiranku.. tanpa cahayanya mungkin diriku seperti orang bingung dan tersesat..

Kutunggu dan terus kumeminta jawaban doaku, seperti belum ada jawaban. lalu muncul bisikan dalam hati kecilku yang memberi semangat aku, dia berkata "Janganlah engkau menyerah, sering - seringlah berdzikir mengingatnya, mensyukuri apa yang engkau punya, dan janganlah pernah sombong. Kamu adalah orang yang kuat, aku tidak akan mendahului apa yg ditentukan oleh Allah selalu husnudzon ( berpikir positif ) kepada Allah, mungkin saja kamu diberi kekuatan, materi, kesehatan, kepintaran dsb untuk mengangkat derajatnya dan untuk memperbaikinya bahkan bukan dirinya bisa juga keluarganya.. berusahalah terus untuk menyadarkannya memperbaikinya sampai akhirnya dia berubah dan mendapat Cahaya Allah untuk menyinari hati dan pikirannya.. Satukanlah dan ajak keluarganya bersamamu agar mereka berkumpul bersama dan berubah bersama ke jalan yang diRidhoi oleh Allah, Mungkin itu tugas Akhirmu setelah semuanya selesai semoga Allah memberi tempat tidur di kuburmu yang nyaman, sejuk dan indah untuk dirimu supaya istirahatmu tenang, semoga dibuatkan Istana dan rumah didalam surga untuk mengumpulkan keluargamu dan keluarganya." Akhirnya hatiku dan pikiranku langsung terbuka serasa mendapatkan Cahaya Allah dari dalam pikiran dan hatiku, terus menerus cahayanya menerangi diriku..

Sebuah pelajaran yang bisa dipetik dari cerita peribadi diatas adalah supaya jangan pernah menyerah dan terus menerus berlarut - larut hidup dalam kesedihan. Selalu ber huznudzonlah kepada Allah dan selalu meminta yang baik. Insya Allah jika kita mau berhijrah Cahayanya selalu menerangi kita, Amin ya Rabbal Alamin

Wassalamualaikum



اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS 24:35)

No comments:

Post a Comment